Dalam KunKer Bupati ke Batangasai bupati Dorong P2DK dengan nanam Kopi

JAMBITERKINI / fakta untuk perubahanSAROLANGUN.JT-Bupati Sarolangun Drs H.Cek Endra bersama puluhan pejabat SKPD Sarolangun melakukan Kunjungan kerja (Kunker) ketiga di Desa Batin Pengambang, Desa Muara Air Dua, dan Desa Sungai Keradak Kecamatan Batangasai

Di Desa Muara Air Dua, rombongan juga disambut Kades Muara Air Dua, Sakardi untuk melakukan acara tatap muka dengan masyarakat setempat yang dilanjutkan dengan penandatangan Prasasti obyek wisata Pancur Gading Bukit Papan, Prasasti obyek wisata Puncak Bukit Seruling yang berada di Desa Muara Air Dua, serta penyerahan KTP warga setempat, Setelah melakukan tatap muka, Bupati Cek Endra bermalam dirumah Tokoh Masyarakat (Tomas) setempat.Rabu.(13/03).

Kades Sakardi menyampaikan”Kami masyarakat sangat berterimakasih kepada bapak bupati, yang mana kunjungan beliau ke Desa muara Dua ini suatu perjuangan,suatu kerja keras, untuk jumpa masyarakat di sini.

“Kami dimarga batin pengambang ini ada 7 desa, alhamdulillah masyarakat kami sampai saat ini masih sangat solid dan sangat berharap dapat perhatian dari bapak bupati seperti desa-desa yang lain”ungkapnya”

Sepertinya program yang bapa luncur kepada masyarakat kami luar biasa dengan adanya P2DK ini, bahwa P2DK tidak ada di mana-mana cuman adanya di kabupaten Sarplangun, dengan adanya P2DK ini kami masyarakat membuka lahan kebun kopi di bukit papan seluas 250 hektar dapat menananm kopi sebanyak 2500 batang untuk mendorong perekonomian masyarakat dengan hasil perhari 250ton sekali panen, dengan hasil perbatang kopi setengah kilo kopi”tambah sakardi”.

Di samping itu Bupati Sarolangun Drs.H.Cek Hendra menyampaikan dalam mengolah P2DK di Desa ini

Menurut bupati”Itu sangat betul apa yang di sampaikan pa kades tanamlah Kopi, sekarang kopi sudah luar biasa soalnya itu sesuai dengan kondisi alam di sini, orang-orang di mandiangin,pelawan,dak bisa nanam kopi karna tanahnya dak cocok untuk kopi, yang cocok tanam kopi ialah masyarakat batangasai, masyarakat sini jangan milu-milu orang-orang nanam karet kamu nanam karet.”jangan, karna orang nanam karet karna dak bisa nanam kopi, karno alamnya panas karna kopi cocok di tempat dingin, apalagi sekarang karet masih turun, sawit turun”ungkap bupati

“Memang kito sekarang lagi mencari alternatif komonitas apa tanaman apa yang di mudah duitnyo dalam satu hektar lebih banyak, nah batang asai di karunia oleh allah alamnya, mamfaatkan alam ini dengan tanaman-tanaman yang buahnya mahal salah satunya adalah Kopi”jelas CE

Nah mulai detik ini Pemerintah akan mendorong pertama kalau ada kopi, saya ngeri tadi pa kades bilang di Desa ini aja sudah ada 250 hektar, sudah itu ada desa-desa lain ada 7 desa di bating pengambang ini kalau di total kan ada 1200 hektar, yang saya pikir bagaimana kamu menggangkutnya ini jalan buruk.

“Itulah pa kades saya kadang-kadang apa yang kita produksi dari masyarakat gak di imbangi kebijakan-kebijakan yang besar akan jadi masalah, begitu ini panen masih sangat kumpulah kito, nah ini yang saya pikirkan, masyarakat jangan pikir,”hanya menanakanlah kopi, itu urusan saya mikir alternatif jalan, bagaimana ini akan saya lapor ke pa gubernur, bahwa ini lah kondisi masyarakat dalam meningkatkan ekonomi pa gubernur, karna membutuhkan jalan yang bagus itu pa gubernur, jadi biar cepat dalam membangun jalan nya untuk akses menuju desa ini, karna kondisi jalan bisa menurunkan harga kopi, saya berharap masyarakat di sini tanam lah kopi karna kopi lebih memungkinkan perekonomian masyarakat sini”tambahnya”.(Gun/ADV)