“Di Duga Limbah Berbahaya PT BUNGO LIMBUR Cemari Sungai” Dinas Lingkungan Hidup Bungo Terkesan MANDUL.!!

Jambi Terkini | Fakta untuk Perubahan

09 November 2017

FOTO; Limbah Berbahaya PT BUNGO LIMBUR yang dibuang ke Aliran Sungai

BUNGO – Diduga Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit PT BUNGO LIMBUR membuang limbah beracun dari bekas hasil Pengolahan Industri Kelapa Sawitnya ke Sungai Kerang Dusun Perenti Luweh. Kecamatan Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo Provinsi Jambi.

Dari pembuangan limbah PT Bungo Limbur yang terindikasi dibuang ke danau itu masuk ke Sungai Jintayo Dusun Sungai Puri terus menuju ke Sungai Batang Tebo. Sehingga membuat air sungai menjadi tercemar, selain meng-akibatkan pencemaran ekosistem sungai, bau busuk yang menyengat sekitar lingkungan pabrik juga dirasakan oleh penduduk Dusun Perenti Luweh Kecamatan Tanah Tumbuh,

Limbah tersebut juga membuat sungai disekitar pabrik kelapa sawit menjadi tidak bisa mengalir secara normal akibat pembekuan, dan berubah warna juga berbau, indikasi pembuangan limbah berbahaya tersebut berasal dari kolam yang sengaja di buang oleh perusahaan ke aliran sungai melalui pipanisasi pembuangan yang melewati tanggul.

Direktur PT Bungo Limbur yang bernama “Teddy Effendi” (8/11/2017), belum bisa dikomfirmasi via telephone selularnya, sampai berita ini diturunkan pihak perusahaan juga belum melakukan upaya untuk pembersihan sungai tersebut, dan cenderung membiarkan limbah berbahaya itu mengendap ke sungai, sehingga ini sangat meresahkan warga yang memanfaatkan air sungai tersebut.

Sementara Seketaris Dusun (SekDus)  Perenti Luweh, “Muhammad Jupri” (51) menerangkan; “Warga, bersama Ketua BPD dan Tokoh Masyarakat/ Adat sudah berkumpul melaksanakan musyawarah, dan hasil mufakatnya kami berencana (warga dusun peranti luweh) akan melakukan aksi unjuk rasa (demo) besar-besaran”.!!

Seharusnya ini tugas dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo, melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk mengambil sikap tegas terhadap perusahaan Bungo Limbur, dan harus memberikan sanksi berat berupa penutupan operasional perusahaan, sampai tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dilakukan, dan bisa dilihat dari laporan UKL dan UPL nya, termasuk RKA ANDAL nya.

Jika ini dibiarkan maka bisa terdampak luas terhadap masyarakat yang penghidupannya bergantung pada sepanjang aliran sungai, dan juga akan berdampak kepada kebun masyarakat sekitar sungai, akibat limbah berbahaya yang menguai ke udara.

Informasi yang di dapat Tim Jambi Terkini dilapangan kejadian ini sudah lebih dari satu minggu (30/10/17), tapi respon perusahaan Bungo Limbur terkesan abai dan melakukan pembiaran. Warga Peranti Luweh ingin meminta kepada parapihak untuk bersama-sama turun kelokasi kejadian (audit dokumen lingkungan), untuk memastikan pelanggaran yang dilakukan oleh PT BUNGO LIMBUR ini.

*(R0N)*