Bersama TNI Dan POLRI PT LAJ Tebo Gusur Lahan Masyarakat

Jambi Terkini | Fakta Untuk Perubahan

Tebo | Rabu, 29 Agustus 2018

Foto; Anggota TNI berseragam lengkap saat membackup penggusuran pihak PT LAJ Tebo

Kabupaten Tebo. JT – PT Lestari Asri Jaya (LAJ) Perusahan swasta yang bergerak dibidang perkebunan yang tersebar di empat kecamatan yakni, Kecamatan Sumai, Kecamatan Serai Serumpun, Kecamatan Tujuh Koto dan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi, terus melancarkan aksinya.

Dalam aksinya hingga saat ini sudah ratusan hektar lahan perkebunan milik warga digusur paksa.

Dalam prakteknya PT LAJ mengandeng pihak TNI, hal itu telah menunjukan pihak PT LAJ terus meningkatkan aktivitas intimidasinya terhadap masyarakat dengan menggunakan pihak TNI dan Polisi. Dan tidak menganggap keberadaan masyarakat dengan menunjukan sikap semena-mena.

Dalam video dan foto yang diterima oleh tim redaksi jambiterkini.co.id terlihat beberapa anggota TNI dan Polri menggunakan seragam lengkap sambil menenteng senjata laras panjang, satu diantaranya terlihat menyematkan topi bertuliskan “Provos” tengah siap siaga mendampingi pihak manajemen PT LAJ saat beradu argumen sambil mendekati warga.

Mirisnya dalam video tersebut, warga yang dihadapi tersebut merupakan ibu rumah tangga yang hanya mempertahankan haknya dengan susah payah yang selama ini ia kerjakan.

Tampak seorang anggota polri berseragam lengkap dilokasi penggusuran lahan

Sementara itu, didalam video yang lain juga terlihat seorang ibu rumah tangga tengah menghadang alat berat milik PT LAJ saat melakukan penggusuran terhadap kebun miliknya.

Dalam video tersebut terlihat tiga alat berat tengah dihadang oleh ibu rumah tangga tersebut. Diketahui IRT tersebut bernama Nurbaiti yang merupakan warga Desa Semambu, Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi.

Muhammad Iyad, salah satu tokoh Pemuda Tebo mengatakan hingga saat ini sudah ratusan hektar kebun milik warga digusur oleh PT LAJ yang di klaim sebagai wilayah konsesinya dengan dibackup pihak TNI.

“Dengan menghadirkan TNI berpakaian lengkap dan menenteng senjata menghadapi masyarakat ini jelas sudah mengintimidasi bagi masyarakat,” ungkapnya, saat dikomfirmasi.

Pada awalnya, Iyad menjelaskan, motif intimidasi tersebut dengan menghadiri sejumlah pihak TNI sebagai pengamanan. Kemudian pihak TNI dipaksa berhadapan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu dikatakanya, jauh sebelum PT LAJ berdiri, areal yang diklaim menjadi operasi perusahaan tersebut sudah didiami masyarakat adat desa yang tersebar di Kecamatan Serai Serumpun dan Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi sebagai areal lahan perkebunan.

“Karena batas wilayah adat itu sampai keterap takuk rajo yang berbatasan dengan Provinsi Riau. Namun, dalam prakteknya PT LAJ tidak menghargai ketetapan adat istiadat kami yang berlaku, sebelum itu keberadaan masyarakat sudah dulu mendiami lahan tersebut,” terangnya.

Dirinya sangat menyayangkan atas sikap pihak PT LAJ telah semena-mena, dalam hal itu Iyad mengatakan pihak masyarakat sudah melayangkan surat kepihak PT LAJ untuk duduk dan berunding bersama masyarakat.

“Namun, PT LAJ menolak untuk mengadakan pertemuan dengan masyarakat,” tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada komfirmasi lanjutan dari berbagai pihak.

*(Admin)*