Inovasi Hebat Sungai Keradak; Olah Air Sungai Danau Kaco Menjadi Garam.

Jambi Terkini | Fakta Untuk Perubahan

Sarolangun, 23 November 2018

Foto; Kepala Desa Sungai Keradak Sahari Saat memegang hasil olahan Garam Gunung masyarakatnya.

SAROLANGUN. JAMBI TERKINI.CO.ID – Desa Sungai Keradak merupakan bagian wilayah Kabupaten Sarolangun, secara administrasi tergabung kedalam Kecamatan Batang Asai, Desa Sungai Keradak masuk kedalam registrasi pada masa pemerintahan hindia belanda yaitu dengan penyebutan Marga Batin Pengambang.

Desa yang memiliki 500 jiwa ini rata-rata menggantungkan hidupnya dengan bertani, sejak pada masa pendudukan belanda. Desa Sungai Keradak Merupakan Sentra produksi Garam dengan sistem barter kepada desa tetanga, maka pada masa itu diambilah kebijakan untuk memproduksi garam (inum) ini. Produksi Garam ini untuk memenuhi garam di Wilayah Batang Asai, Sarolangun, Jangkat, Muara Siau dengan sistem barter.

Sahari Kepala Desa Sungai Keradak Menerangkan. Sumber Garam inum ini berlokasi di desa sungai keradak dusun renah pisang bali kecamatan batang asai, biasa masyarakat sini menyebutnya dengan “Garam Inum”. Dan ini adalah sebuah terobosan dan inovasi yang akan kami coba kembangkan, dengan BUMDES, (23/11).

“Terobosan inovasi akan kami coba dengan memanfaatkan Garam Gunung atau Inum, dan direncanakan akan diolah dan dikembangkan melalui menagementBUMDES DANAU KACO”, terang Sahari kepada wartawan jambiterkini.co.id.

Foto; Hasil Olahan Garam Sungai oleh masyarakat desa sungai keradak

Hal senada juga disampaikan oleh Warga Desa Sungai Keradak Aryanto (red:yanto), pada tahun 2018 Pemerintah Desa Sungai Keradak dibawah kepemimpinan Bapak Kepala Desa Sahari Akses Menuju tempat Garam Gunung tersebut sudah diterobos dengan jarak 1.5 Km, dan jalan ini menuju Danau Kaco yang terintegrasi pada sentra pertanian masyarakat. Dan ini menggunakan sumber anggaran Dana Desa.

“Alhamdulillah sejak kepemimpinan kepala desa Sahari, akses jalan menuju lokasi garam gunung (sungai) ini sudah dibuka, dan sumber anggarannya melalui Dana Desa, sepanjang 1,5 km”, terang Aryanto. (23/11)

Sahari (red;kades) menambahkan dengan luas lokasi Kurang lebih 2 Ha. Air sungai yang mengandung mineral garam (inum) ini mengalir ke sungai batang asai. Ini akan menjadi inovasi dan terobosan bagi desa sungai keradak melalui Garam Sungai Gunung, ini kalau di Produksi kembali bisa menambah income masyarakat, saar ini jumlah produksi baru 250 kg per-hari, tutup kades.