Launching PATDU Pencegahan Karhutla Bukit Tempurung Sukses

Jambi Terkini | Fakta Untuk Perubahan

Sabtu, 11 Agustus 2018

Foto; Tim Patroli Terpadu Bersama Jajaran Tim Karhutla

TANJAB BARAT. JT- Daops Manggala Agni Bukit Tempurung jumat (10/8/18) mengadakan acara launching Patroli Terpadu(patdu) pencegahan kebakaran hutan dan lahan tingkat daops bukit tempurung.

Launching patroli Terpadu (patdu)di hadiri oleh Kapolsek Mendahara Ulu beserta jajarannya. KPHP Tanjung Jabung Barat. KPHP Tanjung Jabung Timur. Koramil muara sabak beserta jajarannya. BPBD Kab. Tanjung Jabung Barat. BPBD Kab. Tanjung Jabung Timur serta Masyarakat Peduli Api di wilayah kerja Daops Bukit Tempurung,

Rinaldi, Sp. Selaku Kepala Daops Bukit Tempurung Menuturkan Kegiatan patdu ini merupakan kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang di gagas oleh direktorat pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan DIT.PPI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah memasuki tahun ketiga.

Terpadu dalam artian semua pihak yang terkait dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan dilibatkan dalam kegiatan ini, terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, KPHP, serta Masyarakat Peduli Api. Diharapkan dengan kehadiran pemerintah langsung di tingkat Tapak, dapat memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan serta meningkatkan kepedulian masyarakat itu sendiri dalam menjaga lingkungan sekitarnya. Pada tahun ini Daops Bukit Tempurung menempatkan 7 posko patdu tingkat desa rawan karhutla antara lain ;

1. Desa Catur Rahayu Kec. Dendang
2. Desa Pandan Lagan Kec. Geragai
3. Desa Mencolok Kec. Mendahara Ulu
Kab tanjung Jabung Timur
4. Desa Sungai Saren Kec. Bram Itam
5. Desa serdang jaya kec. Betara
6. Desa Taman Raja Kec. Tungkal ulu
7. Desa Suban Kec. Batang Asam
Kab Tanjung Jabung Barat.

7 posko ini mencakup minimal 35 desa wilayah patroli yang rawan kebakaran hutan dan lahan

Adapun tugas harian selama patroli ini antara lain :
1. Monitoring kawasan ( sumber air, kedalaman gambut, tinggi muka air, penumpukan bahan bakaran yang memicu terjadi kebakaran hutan dan lahan, cuaca dan aktifitas masyarakat)
2. Sosialisasi ( anjang sana, penyuluhan serta fasilitasi perubahan perilaku masyarakat)
3. Pencarian informasi dan permasalahan terkait karhutla.
4. Groundcheck Hotspot
5. Melakukan pemadaman dini.

Pelepasan Tim Patroli Terpadu oleh Kapolsek Mendahara Ulu

Tim patroli di bekali peralatan manual dan semi mekanis untuk melakukan pemadaman dini jika terjadi kebakaran hutan dan lahan.dengan melibatkan unsur TNI dan Polri jika ada kejadian pembakaran hutan dan lahan langsung di lakukan penegakan hukum bagi pelakunya.

Kami mengharapkan dengan kegiatan patroli terpadu ini kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi dan kita semua dapat menciptakan lingkungan hidup yang Asri serta bersih dan berkualitas bagi kita dan generasi yang akan datang. Ucapnya.(admin)