Terkait KDRT Sudah 27 Kasus di Tangani Dinas DP3A

SAROLANGUN.JT-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sarolangun, sedikitnya ada 27 kasus KDRT, terhadap perempuan dan anak, yang masuk ke Dinas DP3A, sepanjang tahun 2018 ini, Hal ini di sampaikan oleh Kabid Perlindungan Perempuan Dr.Farida.M,PD di ruang kerjanya.Jum’ad (14/12)

Menurut Faridah”Sepanjang tahun 2018, mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember, kami mencatat sedikitnya ada 27 kasus KDRT, terhadap perempuan dan juga anak yang ada di Kabupaten Sarolangun, masing-masing KDRT terhadap perempuan tercatat ada 7 kasus, dengan delik pengaduan 3 orang pelecehan seksual, selebihnya KDRT di dalam rumah tangga dan untuk penanganannya, terkait kasus pelecehan seksual kita limpahkan ke pihak kepolisian, dengan penyesaian secara pidana, untuk KDRT 2 orang kita selesaikan dengan cara mediasi, selebihnya juga di limpahkan ke pihak Kepolisian,”Ungkapnya

“Untuk KDRT terhadap anak, tercatat dari bulan Januari sampai bulan Desember ini, sedikit nya ada 20 kasus yang masuk ke DP3A , baik itu KDRT pelecehan seksual, kekerasan terhadap anak, untuk penanganannya sejauh ini sudah kita lakukan,”Jelasnya

Faridah menambahkan”Untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, kita dari Dinas DP3A sudah melakukan sosialisasi terkait undang-undang  KDRT, undang-undang perlindungan terhadap anak-anak  ke Kecamatan-Kecamatan, hal ini bertujuan agar masyarakat tahu bahwa semua masyarakat memiliki hak untuk di lindungi,”kata Farida 

“Dan juga kami dari Dinas DP3A, menghimbau kepada seluruh masyarakat, apa bila ada kejadian KDRT terhadap perempuan dan anak, agar secepatnya melaporkan ke P2TP2A di Dinas DP3A, kita siap melayani apapun keluhannya menyangkut dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak, karna P2TP2A adalah wadah untuk mengadukan semua keluhan terkait KDRT tersebut,”pungkasnya(ES81)